Sepanjang Jalan Kenangan dan Sepotong Terimakasih
Tuesday, December 4th, 2007Sepanjang Jalan Kenangan dan sepotong Terimakasih
Ya. Di sini Osa, kembali berbicara di blog ini, sekedar ingin mengucapkan syukur dan terimakasih yang amat sangat pada Tuhan Yang maha Esa, pada orang tua dan teman-teman Osa terkasih yang pernah Osa temui di manapun dan kapanpun. I’m so happy for being alive. I’m so happy for every meeting I have ever had. Pada akhirnya Osa berhasil merasa puas dan gembira atas segala usaha yang telah dilakukan.
Yah, hasil yang kami dapat ini memang belum seberapa, tapi ini cukup untuk memacu semangat kami untuk melaju ke jenjang yang lebih tinggi. Seperti sudah Osa ceritakan dalam catatan terdahulu berjudul ‘gila sesaat’, Team cosplay Osa tercinta, Egaku, telah berhasil menyabet juara THE BEST PERFORMANCE pada ajang lomba Cosplay Cabaret MnC First Romance dengan mengangkat manga Death Note dan judul kabaret : Chain. Memang jika dihitung, lawan kami terlihat ‘sedikit’. Peserta waktu itu memang dibatasi hanya 5 team saja, yakni Amanogawa (bukan Osa >w< kalo Osa, Amanokawa.. heheh), Vern, Egaku, Albatros dan Musume no Kawaii.
Amanogawa terbilang team yang baru dan masih so fresh dari oven, serta masih diplastiki >w<. Baru beberapa orang dari mereka yang muncul di dunia percosplay-an Yogyakarta, jadi wajar kalau orang belum mengenal mereka. Kemarin mereka mengusung judul, “Balada penjual Kipas’ dengan memixkan antara Death Note, Prince of Tennis, Nube Guru Ahli Roh serta Bleach (nggg…? ada yang belum kesebut??). Timing recordingnya apik, disertai BGM yang cukup pas. Ryoumanya keren (wahahaha, kalo ini sih pendapat pribadi yah?), tangannya Nube sugoi O_O (ga nyangka itu bikinnya dari plastik… eh iya bukan sih? ^^; ). Ichigonya kocak abis, hehehehe.. dasar, baru muncul tau2 udah bisa ngocol…
Pas awal dikasih tahu kalo teamnya bernama Amanogawa, beberapa pasang mata melirik tajam ke arah Osa… aih… mentang2 namanya sama >w< … First impression of that team waktu pertama kali ketemu pas TM, mereka tuh…. sangar… hahahah ^^ lagian tampang2nya serius2 semua.. hehe, jadi inget pas mau nyoba nyapa salah satu anggota, ada cewe yang chubby ngliatin dengan mata tajem… waduh, ga jadi nyapa deh ^^ takut.. eh mbaknya yang chubby en rambutnya rada kriwil sapa sih? Kenalan donk, ayo kita jalin persahabatan antar team sehingga kita bisa mengembangkan percosplay-an Jogja ini dengan lebih baik. Jangan sampe mau kalah sama team kota laen~!
Vern.
Team satu ini memang sobatan Egaku sejak pertama kali lahir, seperti layaknya anak kembar. Lahirnya aja bisa dibilang barengan, pas Hikaru Anime Attack tahun 2006 lalu, kita sama2 manggugn di satu ruangan yang sama, bahkan mentasin tarian pembukaan barengan ^^ hahaha… udah kaya sodara deh, walo jalur kita rada beda. Yea, bisa dibilang Vern merupakan ‘saingan’ yang patut diperhitungkan. Sejak pertama, mereka sudah ‘berkilauan’. Apalagi sekarang, dengan kemampuan individual yang ga bisa diremehkan. Vokal apik, ide okies, BGM manteb, kostum gileeee…. kurang apa sih ^^? Hahaha… kemarin ini mereka mengusung judul… er… apa ya? Hahaha, Osa keliling2 jadi ga sempet dengerin judulnya. Yang pasti mereka ngemix antara Prince of Tennis, Angelic Layer, Kaito Jeanne dan leach. Ceritanya ngocol >w< adegan favorit osa pas Momoshiro nyanyiin ‘Inikah namanya Cinta’ buat ngerayu Orihime. Dodoooll…. ga heran kalo Momoshiro langsug menyabet juara THE BEST SINGLE PERFORMER. Hihihih… pengen ngelus palanya >w< Tokoh laen yang patut dapet pujian tu Kakak Tezuka… kakkoiii >w< dengan dudulnya bersantai minum teh sementara pertandingan antar Angelic Layer berlangsung. Trus idenya itu loh… ala masquerade. Bola tenisnya dipegangin di ujung kayu, terus dilempar2 seakan-akan bolanya melambung sendiri. Trus salut lagi pas bola tenisnya lepas, mereka masiiih.. aja main. KEREN! Yang Osa seneng lagi tuh kostumnya angelic Layernya >w< lengkap dengan buntut2nya… uwah, dari spon? Alus bangeeettt…….. sugooooiiiii….. Trus trus *fangirling* cangkir super gedenya ituuuu… pas Momo ngublek-ublek cangkir terus tau2 duo angelic Layernya nongol dari cangkir… fantastis! Memang Vern tidak mudah diprediksi, tiap kali nongol ada aja yang mereka tampilkan. Vern, kalianlah pemicu semangat kami yang terbesar >w< ~~! Cayooo~~~!!!
Musume no Kawaii… uh, rada susah nginget namanya ^^ hahaha… Osa berharap nama ini segera disulap jadi lebih pendek lagi biar gampang ngingetnya. Seperti namanya, team ini mengusung tema Sister Princess, yang pemainnya terdiri dari (banyak) cewe2 imut dan 2 cowo. Menceritakan tentang sang kakak (ga tau namanya, maap yeee… tapi Osa tau garis besar ceritanya kok) yang diculik oleh raja Yaoi untuk dinikahi (raja apa siluman sih? Apa malah kaisar? Ah, lupa.. +_+), lalu cewe2 tadi berusaha untuk merebut kembali sang kakak dari tangan si… Yaoi tersebut. Ehehehe… dari segi kostum udah okies banget deh >w< … salut2. Beberapa dari mereka ada yang pernah muncul di ajang cosplay Jogja (ada yang mukanya mirip Inka! O_O) terus dubbingannya juga jelas… berjuang terus ya, Mus~ hehehe… kita akan bertemu lagi di ajang cosplay berikutnya!
Albatros, YEAAAAHHH~~!! Osa naksir Chokolovenya >w< wakakakakkaka….. ganjeeeeennn~~!! Dasar gila~! Team ini emang bener dapet predikat edan, soalnya sepanjang pertunjukan banyak banget adegan sintingnya. Yuppie, Bang orphen sama Neng Chokolove berhasil menyabet juara THE MOST ROMANTIC COUPLE! Osa setuju~! Soalnya adegan mereka berdua teh paling hot~~ suap2an nasi segala… wakakakakaka…. dan satu yang Osa kagumi lagi dari mereka… kemampuan akting per-individualnya kuat. Ngga ada yang unbalance, semua bisa menampilkan sisi karakter masing-masing, such as… Punie yang tergila2 sama gurunya, Orphen yang slenge’an, Choklove nan ganjen, Taoren yang serign terlambat sekolah…. pokoknya salut buat akting mereka!!! (that means.. satu lagi team yang patut diwaspadai…. wohohohoho) Oh yah, team ini juga ngemix antara Orphen, Punie, Shaman King dan Nube. Yeah… you’re rock, guys!!!!!
Dan yang terakhir…? Egaku sendiri…?
Ah yeah…. untuk hasil akhir, Osa tidak pantas mengomentari. Biarlah kalian para penonton yang memberi pendapat. Kalo yang ga nonton, mungkin bisa nanya yang udah nonton. Hahaha…. kali ini Osa Cuma mau cerita soal persiapan yang sempet bikin kami menangis penuh haru.. (boong banget gitu… nangis penuh ingus sih iya >w<)
Pada awalnya ketika diberi tahu ada Cosplay Battle, Osa sama sekali nggak bergairah. Yeah… apalagi (sorry banget buat yang bikin tema) dengan tema CINTA, sesuatu yang paling kami hindari. Juga dengan ketentuan harus mengcosplaykan komik2 MnC. Kami pikir, kami harus bikin kostum baru di saat2 sedang KERE ini. Tapi di pagi yang bersejarah itu, mbak Floo alias Vini nelpon Osa.
Pagi masih menjelang, ayam baru kembali ke sarang dan Osa dengan mata masih nempel, mengangkat HP. Di arah sana suara Mbak Vini terdengar sayup2 merdu….
“ Sa, hadiahnya SATU JUTA!! “
Oke. Dengan satu mantera ajaib itu mata Osa njeplak terbuka. Hahaha, harap maklum, Egaku tu terdiri dari cosplayer2 kere… makanya kami mengusung kembali Death Noet dengan asumsi kostumnya ga usah bayar… wakakakka. Tapi kalau kere, kenapa kami bisa bikin properti Death Note segede GUNDAM itu, plus toilet2nya? Yeah… hidup itu penuh gambling, sodara2…. makanya karena sudah mengeluarkan dana sekian ratus hanya untuk properti itu, kami semua terpacu untuk MENANG. Kalo ngga ya…. nombok.
Oh iya… harap tau aja ya. Kostum2 Death Notenya juga murah meriah ^^ hahaha. Ayo kita lihat:
Misa : Wig minjem (emang udah ada dari awal ga perlu beli), sepatu minjem, kaos kaki beli di emperan trus diasmbung, rok kalo ngga salah juga minjem, rante di pita beli eceran di Liman, pita minjem, make up.. sebagian minjem, Death Note minjem juga…
L : Wig min… ngga ding, itu rambut asli tapi mouse buat ngebentuk rambut adalah sumbangan dari salah seekor anggota kami, baju udah ada dari awal (yeah, Zenchi punya 2 >w< … mauuu), celana minjem, borgol cari di toko pramuka, rante cari di Liman trus dilas jadi satu sama borgolnya, brownies beli sesaat sebelum mentas di Dunkin Donuts…hahaha.. make up,minta.
Raito : Wig udah ada, jas terpaksa bikin, dasi nyari di Malioboro, celana minjem, sepatu minjem, hem entah milik sapa (maybe punya papanya), make up minta…
Murah meriah bukan, sodara2 ^^ hahahaha….
Persiapan cabaret kami memakan beberapa korban, antara lain Ratri, sang Raito kami yang terpaksa menelan marah dari sang ortu lantaran beberapa kali pulang malam, sehingga kami harus mengarang-arang alasan buat beliau. Mau gimana lagi. Ratri adalah tokoh kunci dan di akhir adegan dia harus main keyboard berdua dengan Zenchi, sementara dia sendiri ga punya keyboard. Yah, Sang Raito kami ini terpaksa berkali-kali (sama Riris, sang kakak sekaligus pengatur lighting kami tercinta) bermotor2 ria dari Jl. Kaliurang km 8 ke Jl. Godean km. 8-an, kediaman Zenchi. Secara jujur, Raito yang satu ini bermasalah dalam ekspresi… Osa hampir nyekek dia cuman gara2 dia ga bisa bikin ekspresi sedih ^^ hahaha… lha wong orangnya aja kaku gitu mukane, ya rada wajar lah. But you’r so great, dear Ratri. You’re the best Raito we ever had.
Sang L kami yakni Zenchi sendiri juga tidak terhindarkan dari kekejaman latihan. Hari Senin sampai Kamis sebelum lomba dia ujian berturut2, rasanya ngga enak aja nganggu kuliah dia, tapi… we can’t help it… Satu lagi yang bikin kami ga enak… L kami ini kuliah di kedokteran UGM +_+ bisa dibayangkan betapa beratnya…? Belum lagi Hari Sabtu, pas hari H dia ada Progressive Test +_+ Zenchi… thank kie very much for ur help… we love you so much. And secara pribadi, terimakasih yang sangat besar dari lubuk hati Osa karena Zenchi sudah merelakan… beberapa bungkus Energen dan Mie instan buat Osa…wakakaka…..
Floo, our little Misa juga harus berjuang melawan egonya sendiri demi berlangsungnya latihan. Berapa kali Osa dicekoki air anget sama dia biar asmanya ga kambuh. Kaw pantas jadi ibu2… (aku MUJI!) Misa yang ini ngga kapok2nya berusaha mengembangkan aktingnya walo berkali-kali Osa dengan kejamnya bilang, “Vin… ekspresimu dialusin dikit lah… mesum banget sih” wakakaka.. Thank you very much my little Vini. You have made a great Misa, walopun kau tidak mengikuti Death Note ^^.
Korban terparah adalah Eldibo, yang sehari sebelum pentas udah bengek duluan gara2 baru pulang dari Malang buat ikut lomba animasi tapi udah diseret buat ikut latihan. Peran dia kecil tapi fatal: BGM. Yeah, BGM kami dibagi jadi 2, karena itu kalau waktu mainnya ngga pas, bisa merusak keseluruhan acara. Belum lagi ada sedikit ‘kecelakaan’ sehari sebelum pentas. Malam Jumat itu yang tersisa di rumah Zenchi buat latihan dan bikin property Cuma Dibo, Zenchi sama Osa. Akhrinya propert yang tadinya sudah direncanakan batal digunakan lantaran ada kerusakan… akhirnya Osa (boncengan sama Dibo) memutuskan untuk pulang ketika jam menunjukkan pukul setengah 2an. Dan.. YA TUHAN, BAN BOCOR! Pagi2 buta ga ada tambal ban yang buka, kami terpaksa nginep di rumah Zenchi berbekalkan gulink dan bantal yang dibagi2. Malam itu kami tidur ditemani suara batuknya Dibo TT_TT Pagi2 jam 6 Osa dan Dibo sudah beranjak dari rumah Zenchi buat nyari tambal ban. Di rumah pertama, yang nambak pergi ke rumah sakit. Kami harus jalan beberapa puluh meter untuk nemuin tukang tambal kedua. Akhirnya sukses Osa nganterin Dibo ke rumahnya di Taman Siswa, setelah itu ga langsung pulang ke rumah tapi mampir ke rumah Tora di deket Makro soalnya dia mau bantu bikin Detnot dengan ukuran 2 m x 80 cm itu. Eldibo pas dateng sore harinya di tempet event masih dengan batuk2nya dan muka separuh melas… Dibo, hontou ni gomen ne, and thank you very much…. Anda sudah membantu sedemikian beratnya, baik saat pelaksanaan maupun sebelumnya. We love you.
Our dear lovely Tora yang notabene di panggung cuman bertugas mbawa papan nama, juga berperan SANGAT BESAR dalam keberhasilan pentas. Dia bersama Ima, sahabat tercinta nan dongo dari Semarang, dan juga Osa bahu membahu membuat Death Noet segede Gundam itu mulai dari jam 9 pagi dan berakhir sekitar jam 2. Thank you very much Tora. Saat latihan Tora memang ga pernah dateng, tapi pas hari H, keberadaanmu SANGAT berarti buat kami semua. Kalo ngga ada Tora, Death Note itu ga bakal jadi dan kita bakal kekurangan efek panggung. Juga buat Ima yang udah kami pekerja rodikan… kamu memang bukan Egaku, tapi kamu sahabat terbaik kami TT_TT.
Riris tukang lampu tercinta juga sangat membantu di saat acara berlangsung. Padahal sebelumnya dia harus remidi kimia dulu sebelum bisa melesat ke gedung Kompas buat mempelajari lighting. Lighting kelihatannya simple, tapi seperti BGM, FATAL sekali. Makasih banyak Ris… kami sudah banyak merepotkanmu. Lightingmu oke kok Ris…
Bakashi yangs edang menempuh banyak ujian dan persiapan UAS juga ikut berjuang bersama. Walo dia ga ambil banyak peran seperti sebelumnya tapi kalau dia ga ada, segalanya bakal timpang. Yeah, Bakashi bertugas nggeser Death Note. Thank you very much Bak… kaw memang keren ^^
Yang membuat Osa terharu adalah teman-teman yang tidak termasuk dalam team yang terdaftar di panitia, juag ikut membantu. Kiba, our lovely friend. Sepintas kelihatannya ngga ngapa-ngapain, tapi dia kasi support yang besar ek kita dengan ngasi syarat ke Ririrs sehingga lighting bisa berjalan dengan lancar. Juga Okky yang menyediakan transportasi, nata rambutnya Raito sekaligus ngasi mouse n foam buat L, my Dear Okky… I’m so happy for having a friend like you. Juga Ima, walau bukan Egaku, tapi ikut bantu2 bikin properti . Inka yang rela jadi kameramen (walo divicamnya error di tengah jalan..uh +_+) .. makasih ya semua….
Ngga lupa juag buat semua team lain yang udah ikut di acara kemarin. Kalau kalian nggak ada, kami, Egaku nggak akan terpacu semangatnya untuk menjadi team cosplay yang baik. Karena ada kalianlah kami berkembang sampai taraf ini. Karena kalian jugalah kami terus berusaha memacu otak kecil kami untuk menciptakan ide-ide dan gagasan-gagasan baru.
Juga buat para pendukung kami, di mana kami bisa melihat kalian dari atas panggung. Thank you very much buar tiap tawa, tiap teriakan dan tiap air mata yang menetes selama kabaret berlangsung. Kami, Egaku, sadar kalau setiap menit pertunjukan yang kami susun tidak hanya untuk kepuasan kami sendiri, tapi juga demi kepuasan hati penonton. Kami ingin setiap jerih payah kami bisa kita nikmati bersama. Tawa, air mata dan support kalian merupakan bayaran tidak ternilai buat kami.
Untuk saat ini kami memang berhasil meraih ‘The Best Performance’ untuk daerah Jogja, tapi seperti kata-kata Vini, “ pohon itu semakin tinggi semakin banyak anginnya”. Saat ini kami bisa meraih predikat ini, tapi kami juga tidak akan berhenti berevolusi demi menyenangkan setiap orang dan juga kami sendiri, kami tidak akan stuck pada satu tempat saja. Egaku bakal terus berkembang, entah sampai kapan… mungkin sampai kami beranak cucu ^^ semoga…. hahahaha. Mungkin ga seeehhh~~~~?????

